NU Berlin hadiri kegiatan Religion Matters! dari PARD (The International Partnership on Religion and Sustainable Development)
Pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di sekretariat Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) di Berlin, NU Berlin menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh International Partnership on Religion and Sustainable Development (PARD). PARD merupakan kemitraan internasional yang beranggotakan organisasi internasional, lembaga keagamaan, pemerintah, dan akademisi untuk mempromosikan peran agama dan nilai-nilai spiritual dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut antara lain anggota parlemen Jerman Komisaris untuk Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan Thomas Rachel; Ketua Dewan Pengurus GIZ Thorsten Schäfer-Gümbel; Maria Lucia Uribe, Direktur Arigatou International Geneva; Dr. Esben Lunde Larsen, mantan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan serta Menteri Lingkungan Hidup, Pertanian, dan Pangan Denmark, yang kini menjabat sebagai One Health Specialist pada Pandemic Fund di World Bank, serta perwakilan dari Indonesia, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal di Kementerian Agama Republik Indonesia. Acara dimoderatori oleh Khushwant Singh, Kepala Sekertariat PARD, GIZ.
Menariknya, acara dimulai bertepatan dengan waktu berbuka puasa, ditandai dengan kumandang azan oleh da’i ambassador LD-PBNU, Ustadz Dr. (C) Dede Dendi, M.Sos., yang hadir di Berlin sebagai bagian dari program Da’i Go Global 2026. Lantunan azan dari da’i muda Nahdlatul Ulama tersebut berkumandang dengan khidmat dan didengarkan oleh seluruh peserta dari berbagai jaringan dan perwakilan internasional, sekaligus menjadi penanda dibukanya forum Religion Matters! pada malam itu.
Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran agama dalam menghadapi berbagai tantangan dan krisis global. Agama memiliki aspek emansipatoris yang dapat berkontribusi pada pembangunan, kesehatan, kesejahteraan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Kamaruddin Amin menekankan bahwa agama dan negara dapat bersinergi serta berkontribusi tidak hanya pada level individu dan spiritual, tetapi juga pada public good atau kemaslahatan umat. Indonesia dapat menjadi contoh dimana agama dan negara saling bersinergi satu sama lain.
NU Berlin yang diwakili oleh Habib Muhammad Husein Al-Kaff, Muh. Amiruddin, dan Ustadz Dede Dendi juga berkesempatan untuk memperluas jejaring serta bertemu dengan berbagai elemen lintas agama, aktor pemerintah, dan lembaga internasional, sekaligus mempromosikan NU di Jerman.
Ditulis oleh:
Mutmainna, Mahasiswa South Asia Szudies, Freie Universität Berlin




